IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DEEP DIALOGUE/CRITICAL THINKING (DD/CT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN POKOK BAHASAN BUDAYA POLITIK DI INDONESIA PADA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 SELESAI KABUPATEN LANGKAT SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Authors

  • SMA Negeri 1 Selesai

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa dengan menerapkan model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) di Kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Selesai Kabupaten Langkat. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking (DD/CT) di kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Selesai. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang mencakup perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Selesai Kabupaten Langkat Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, catatan lapangan, wawancanra dan dokumentasi. Keabsahan data dapat diketahui melalui triangulasi teknik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif model Miles dan Huberman mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi.

Upaya meningkatkan minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran PKn di kelas XI IPA 3 SMA Negeri 1 Selesai  dapat dilakukan menggunakan model pembelajaran Deep Dialogue/Critical Thinking disertai dengan lembar kerja bergambar dan pemberian motivasi berupa penghargaan. Peningkatan minat belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa dapat ditunjukkan dengan perolehan rerata persentase minat belajar siswa siklus I 72,07% meningkat pada siklus II sebesar 92,67% dengan gain percentage sebesar 0,73% (kategori tinggi) dan perolehan rerata persentase kemampuan berpikir kritis siswa pada siklus I sebesar 71,74% meningkat pada siklus II sebesar 92,12% dengan gain percentage sebesar 0,72% (kategori tinggi). Peningkatan dari siklus I ke siklus II tersebut sudah mencapai ≥ 75% atau kriteria keberhasilan yang ditentukan, sehingga penelitian ini dikatakan berhasil.

References

Abdul Wahid. (1998). Menumbuhkan Bakat dan Minat Anak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Achmad Sugandi. (2004). Teori Pembelajaran. Semarang: UPT MKK UNNES

Agus Suprijono. (2010). Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Anita Lie. (2007). Cooperative Learning. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

Bowell & Kemp.(2002). Critical Thinking: A Concis Guide. London: Roudledge

Cece Wijaya. (1995). Pendidikan Remedial Sarana Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: Remaja Rosdakarya

Dalyono. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Daryanto. (2001). Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta

Etin Solihatin dan Raharjo.(2009). Cooperative Learning Analisis Model Pembelajaran IPS. Jakarta: Bumi Aksara

Jhonson, Elaine B. (2011). Contextual Teaching and Learning: Menjadikan KBM Mengasyikkan dan Bermakna. Penerjemah Ibnu Setiawan. Bandung: Kaita

Kemmis, Stephen & Mc Taggart, Robin. (1988). The Action Research Planner. Third edition. Victoria: Deaken University

Lexy J. Moloeng.(2004). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya

Miftahul Huda. (2011). Cooperative Learning. Semarang: Pustaka Pelajar

Muhibin Syah. (2010). Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Mustaqim.(2008). Psikologi Pendidikan. Semarang: Pustaka Pelajar

Nasution. (2011). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Jakarta:

PT. Bumi Aksara Ngalim Purwanto. (2010). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remaja

Rosdakarya. (1990). Psikologi Pendidikan. Bandung. Remaja Rosdakarya

Numan Somantri. (2001). Mengagas Pembaharuan Pendidikan IPS. Bandung: Remaja

Rosdakarya, Oemar Hamalik. (1992). Psikologi Belajar & Mengajar. Bandung: Sinar Baru

Sapriya. (2011). Pendidikan IPS. Bandung. Remaja Rosdakarya

Sardiman. (1996). Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Savage, Tom V & Armstrong, David.C. (1996). Effective Teaching In Elementary Social Studies. New Jersey: Prentice Hall, Inc

Simangunsong dan Zainal Abidin. (1987). Metodologi IIS (IPS) untuk SPG-SGO-KPG dan Guru SD (1). Jakarta: CV Akademika Pressindo.

Slameto.(2003). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Slavin, Robert. (2010). Cooperative Learning. Bandung. Penerbit Nusa Media.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeta.

Sumadi Suryabrata. (1990). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Rajawali

Supardi.(2011). Dasar-Dasar Ilmu Sosial. Yogyakarta: Ombak

Suyatno. (2009). Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Massmedia Buana Pustaka

Syaiful Sagala. (2009). Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta

The Liang Gie. (1981). Cara Belajar yang Efisien. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Trianto. (2010). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara

Wina Sanjaya. (2005). Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Kencana

Zainal Aqib. (2009). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Widya

Downloads

Published

2019-12-17

Versions

How to Cite

Drs. (2019). IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN DEEP DIALOGUE/CRITICAL THINKING (DD/CT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN PKN POKOK BAHASAN BUDAYA POLITIK DI INDONESIA PADA SISWA KELAS XI IPA 3 SMA NEGERI 1 SELESAI KABUPATEN LANGKAT SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2018/2019. Serunai : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(2), 106–114. Retrieved from https://www.ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/serunai/article/view/225