RAGAM BAHASA GAUL DI MEDIA SOSIAL YANG DIGUNAKAN OLEH GENERASI MILENIAL PADA ERA DIGITAL

Penulis

  • UPN Veteran Jawa Timur

Abstrak

Pengertian bahasa gaul menurut kbbi/ahli, maraknya penggunaan bahasa oleh kelompok tertentu, penggunaan sosial media terhadap perkembangan bahasa gaul, jenis sosial media yang membuat pesatnya perkembangan bahasa gaul. Tujuan dari Karya Tulis Ilmiah ini yaitu 1) untuk mengetahui ragam bahasa gaul yang digunakan oleh generasi milenial di media sosial TikTok, Instagram, dan Twitter; 2) untuk mengetahui tujuan penggunaan ragam bahasa gaul oleh generasi milenial di media sosial TikTok, Instagram, dan Twitter; dan 3) untuk mengetahui dampak penggunaan ragam bahasa gaul yang digunakan oleh generasi milenial di media sosial TikTok, Instagram, dan Twitter. Metode pada penelitian ini yaitu dengan menerapkan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif melalui observasi atau pengamatan langsung. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah 1) Ragam bahasa gaul yang digunakan oleh generasi milenial di media sosial TikTok, Instagram, dan Twitter yaitu santuy, sans, gemoy, sabi, takis, kezel, kuy, hqq, kerad, tercyduk, japri, mantul, sampis, negara berflower, jawir, lol, bucin, gamon, nongki, ytta, gw, gws, fyi, dan tldr; 2) Tujuan penggunaan ragam bahasa gaul yang digunakan oleh generasi milenial di media sosial TikTok, Instagram, dan Twitter yaitu bergantung pada konteks, tujuan, dan audiens komunikasi. Secara umum, tujuan tersebut adalah untuk menyesuaikan diri dengan kelompok atau komunitas tertentu, untuk menarik perhatian atau membuat konten yang menarik agar viral, dan untuk menyampaikan pesan atau informasi dengan lebih efisien dan efektif.; dan 3) Dampak penggunaan ragam bahasa gaul yang digunakan oleh generasi milenial di media sosial TikTok, Instagram, dan Twitter yaitu bervariasi, ragam bahasa gaul tersebut dapat menciptakan dampak positif seperti Menciptakan rasa kebersamaan dan solidaritas di antara sesama generasi millennial, sarana aktualisasi diri dan kreativitas bahasa bagi anak muda, media efektif penyaluran ekspresi diri dan emosi, pemerkayaan khazanah bahasa Indonesia dengan kosakata baru. Namun, ragam bahasa gaul tersebut juga memiliki dampak negatif yaitu kemunduran kemampuan berbahasa Indonesia baku dan baik, boros kosa kata bahasa asing tidak perlu, merusak tata bahasa, aturan penulisan, dan struktur kalimat bahasa Indonesia, menghambat kemampuan berkomunikasi formal.

Unduhan

Cara Mengutip

Jonathan. (2023). RAGAM BAHASA GAUL DI MEDIA SOSIAL YANG DIGUNAKAN OLEH GENERASI MILENIAL PADA ERA DIGITAL. Serunai : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 9(2). Diambil dari https://www.ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/serunai/article/view/1107