Hegemoni Adat Pada Novel Tarian Bumi Karya Oka Rusmini
Kata Kunci:
Hegemony, Earth DanceAbstrak
Novel Tarian Bumi karya Oka Rusmini merupakan karya sastra berbentuk novel. Cerita yang terkandung di dalamnya mengangkat kehidupan manusia dengan budaya daerahnya yaitu budaya Bali. Salah satu muatan budaya ini adalah yang membedakan kelas sosial atau kasta yang berlaku pada masyarakat Bali. Novel Tarian Bumi menggambarkan kehidupan tokoh Luh Sekar yang berprofesi sebagai penari Oleg, seorang wanita dari kasta Sudra. Tokoh Luh Sekar bercita-cita menjadi seorang Brahmana karena jika seorang perempuan hidup di lingkungan kasta yang lebih tinggi, dia akan memenuhi semua kebutuhannya. Akhirnya Luh Sekar menggunakan berbagai cara untuk menikah dengan pria kasta Brahmana. Telaga Ayu Pidada, putri Luh Sekar, memiliki keinginan yang berlawanan dengan keinginan ibunya. Telaga yang kini menjadi bangsawan sejati menikah dengan pria dari kasta Sudra. Meskipun pada dasarnya budaya Bali melarang perkawinan antara kasta Brahmana dan kasta Sudra, namun hal tersebut tidak sejalan dengan pemikirannya. Bahwa system kasta masih diberlakukan dalam hukum perkawinan pada zaman modern ini. Tokoh Telaga akhirnya menantang hegemoni budaya Bali yang melarangnya menikah dengan kasta Sudra. Hegemoni adat digunakan untuk menganalisis novel Tarian Bumi. Istilah hegemoni sering digunakan oleh para sosiolog untuk menjelaskan fenomena upaya oenguasa untuk mempertahankan kekuasaan. Istilah “berdaulat” memiliki arti luas yang tidak terbatas hanya pada penguasa Negara (Pemerintahan). Hegemoni dapat didefinisikan sebagai dominasi satu kelompok atas kelompok lain, dengan atau tanpa ancaman, kekerasan, sehingga ida-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar atau tidak wajar. Novel Tarian Bumi menggambarkan kondisi kasta Sudra sebagai onjek penundukan kekuasaan. Keributan dan penerimaan kasta Sudra terlihat jelas dalam teks.
Referensi
Anwar, Ilham. 2010. “Pengembangan Bahan Ajar Bahkan Kuliah Online”. Direktori Upi: Bandung.
Damono, Sapardi Djoko.2010. Sosiologi Sastra Sebuah Pengantar Ringkasan. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Faruk. 1999. “Pengantar Sosiologi Sastra Dari Strukturalisme Genetik Sampai Postmodernisme”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Faruk. 2013. Pengantar Sosiologi Sastra (edisi revisi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Faruk. 2015. “Pengantar Sosiologi Sastra”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Koentjaraningrat. 1989. Kamus Antropologi. Bandung: Rhineka Cipta.
_____________. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
_____________. 1994. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT
_____________2007. Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
_____________2008. Mentalitas dan Pembangunan Manusia. Jakarta: Rineka Cipta
_____________2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Kosasih, E. (2003). Ketatabahasaan dan kesusastraan. Bandung: Yrama Widya.
Kosasih, E. 2012. “Dasar-dasar Ketrampilan Bersastra”. Bandung: Yuma Pustaka.
Surbakti, Ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Gramedia Widya Sarana: Jakarta.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2024-07-30 (1)
- 2024-07-30 (1)
- 2024-07-30 (1)
- 2024-07-30 (1)










