Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2024-08-13. Baca versi terbaru.

THE LANGUAGE OF SOCIAL MEDIA_EXPLORING SPEECH FUNCTIONS IN DIGITAL COMMUNICATION

Penulis

  • STKIP Budidaya Binjai
  • Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Kata Kunci:

Bahasa Inggris

Abstrak

Media sosial telah sepenuhnya mengubah cara individu berinteraksi, berkomunikasi, dan mengekspresikan diri mereka di era digital. Studi ini meneliti speech function yang digunakan dalam percakapan WhatsApp untuk mempelajari kompleksitas komunikasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan meneliti konten yang dibuat oleh pengguna dari WhatsApp melalui anotasi linguistik, analisis wacana, dan pengkodean tematik. Penelitian ini mengungkapkan beberapa fungsi penting dari percakapan: ekspresif, ikatan sosial, informatif, performatif, dan pragmatis. Sementara ekspresi tekstual secara teratur digunakan untuk merayakan pencapaian dan memberikan semangat, emoji, dan emotikon sering digunakan untuk menyampaikan perasaan dan dukungan. Ikatan interpersonal diperkuat, dan solidaritas sosial dipromosikan dengan bertukar doa dan ucapan selamat. Selain itu, sifat performatif dari ungkapan terima kasih dan dukungan yang terbuka menekankan pentingnya norma-norma sosial dalam komunikasi digital. Perilaku praktis, seperti menyemangati orang lain dan berdoa, merepresentasikan norma-norma budaya dan meningkatkan kejujuran antarpribadi. Penelitian ini menyoroti cara-cara yang rumit dari fungsi bahasa di lingkungan virtual. Penelitian ini menawarkan informasi mendalam tentang mekanisme komunikasi online dan bagaimana hal tersebut memengaruhi norma-norma sosial dan hubungan budaya. Hasilnya menyoroti pentingnya menafsirkan fungsi suara agar berhasil menavigasi dan memahami dunia komunikasi digital yang berubah dengan cepat.

Referensi

Baron, N. S. (2015). Words onscreen: The fate of reading in a digital world. Oxford University Press, USA.

Danesi, M. (2017). The semiotics of emoji: The rise of visual language in the age of the internet. Bloomsbury Publishing.

Dutton, W. H. (Ed.). (2013). The Oxford handbook of internet studies. OUP Oxford.

Hsieh, H. F., & Shannon, S. E. (2005). Three approaches to qualitative content analysis. Qualitative health research, 15(9), 1277-1288.

Huberman, A. (2014). Qualitative data analysis a methods sourcebook.

Marwick, A. E., & Boyd, D. (2011). I tweet honestly, I tweet passionately: Twitter users, context collapse, and the imagined audience. New media & society, 13(1), 114-133.

Patton, M. Q. (2002). Qualitative research & evaluation methods. sage.

Sagala, R. W., & Rezeki, T. I. (2022). The Utilization of MOOCs using Kahoot and Student Engagement in Digital Learning During Covid-19 Pandemics. SALTeL Journal (Southeast Asia Language Teaching and Learning), 5(1), 01-07.

Silverman, D. (2021). Doing qualitative research.

Wright, S. (2006). Language and the internet. Sociolinguistica, 20(20), 166-182.

Unduhan

Diterbitkan

2024-07-30 — Diperbaharui pada 2024-08-13

Versi

Cara Mengutip

Tri Indah, & Rakhmat Wahyudin. (2024). THE LANGUAGE OF SOCIAL MEDIA_EXPLORING SPEECH FUNCTIONS IN DIGITAL COMMUNICATION. Serunai : Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 10(1). Diambil dari https://www.ejournal.stkipbudidaya.ac.id/index.php/serunai/article/view/1317 (Original work published 30 Juli 2024)