MAKNA DAN NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM BUDAYA MAKAN BERADAPAN DI DESA BUBUN KECAMATAN TANJUNG PURA KABUPATEN LANGKAT: KAJIAN SEMIOTIKA SOSIAL
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna dan nilai–nilai yang terkandung dalam prosesi makan berhadapan Adat Melayu Langkat di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kab. Langkat. Subjek penelitian adalah bidan pengantin (merangkap sebagai mak dayang), Telangkai ( orang yang berpantun), dan Tokoh Masyarakat. Peneliti menggunakan analisis semiologi Roland Barthes berupa signifikasi dua tahap (two order of signification) yaitu denotasi dan konotasi, serta mitos sebagai pengembangan dari konotasi. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat 4 unsur utama dan 10 rangkaian acara pada makan berhadapan dalam upacara pernikahan Adat Melayu Langkat. Empat unsur utama yakni ada duduk pengantin, duduk tamu yakni kedua pihak keluarga, Mak Dayang (Mak Inang) dan jenis-jenis makanan yakni makanan pokok seperti nasi dan lauk pauknya, makanan lemak seperti bubur gayam, dan makanan manis seperti kue, halua dan agar-agar. Sepuluh rangkain acara yang terdapat dalam prosesi makan berhadapan adat Melayu yakni penyerahan diri istri kepada suami dengan cara istri mencium tangan kanan suami sambil menunduk, mencabut bunga warna kegemaran masing-masing, mencabut bunga yang diminta oleh pembawa acara, berebut bunga satu persatu dengan tangan kanan dan disimpan di tangan kiri, Mencari ayam dalam nasi, mengambilkan makanan untuk suami, suap-menyuapi antara kedua Mempelai, memilih satu hidangan yang disukai masing-masing pengantin, minum dengan tangan bersilangan, menyulangi mertua. Seluruh rangkaian acara makan berhadapan ini ialah untuk mengajarkan sang istri bagaimana cara menghidangi suami makan, mengetahui karakter pasangan, mengajarkan bagaimana menghormati mertua, lalu mengajarkan cara menjalankan kehidupan dalam rumah tangga yang benar menurut hukum adat dan syariat Islam.
Unduhan
Diterbitkan
Versi
- 2023-07-30 (1)
- 2023-07-30 (1)
- 2023-07-30 (1)
- 2023-07-30 (1)










